Gebrakan Rumah Blok Modular ITB: Solusi Hunian Tahan Gempa yang Membuka Peluang Baru Industri Panel Kayu Indonesia

JAKARTAAsosiasi Panel Kayu Indonesia (APKINDO) bergerak cepat menangkap peluang pasar baru di dalam negeri dengan menjajaki teknologi perumahan inovatif yang dikembangkan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Langkah strategis ini direalisasikan melalui kunjungan kerja Bidang Umum dan Research & Development (R&D) APKINDO ke Bandung untuk mempelajari secara mendalam serta mendiskusikan sistem Rumah Blok Modular. Pemanfaatan teknologi ini dinilai menjadi momentum krusial bagi asosiasi untuk mendorong perluasan penggunaan material blockboard dan plywood (kayu lapis) di pasar domestik.

Kunjungan lapangan tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari hasil diskusi awal yang telah digelar di kantor APKINDO bersama Tim Riset Blok Modular ITB. Dalam pertemuan tersebut, tim peneliti ITB mengenalkan sebuah konsep hunian masa depan yang mengandalkan produk kayu olahan sebagai komponen struktural utamanya. Dinding rumah modular ini dirancang dengan menggunakan material utama blockboard berukuran 18 mm, sementara bagian rangka atapnya memanfaatkan kekuatan plywood 18 mm. Untuk membangun satu unit rumah contoh dengan ukuran standar 3 meter x 6 meter, sistem ini menghabiskan volume material kayu sekitar 7 meter kubik.

Daya tarik utama dari inovasi perumahan hasil riset ITB ini terletak pada sistem konstruksinya yang dirancang sedemikian rupa agar dapat saling mengikat atau interlock. Mekanisme bongkar-pasang yang praktis ini membuat proses mendirikan bangunan menjadi sangat mudah dan cepat, bahkan menyerupai aktivitas menyusun balok mainan lego. Selain unggul dalam kemudahan perakitan, bentuk bahan dasar rumah modular ini sudah dibuat sangat ringkas dan kompak. Spesifikasi material yang compact tersebut memberikan keuntungan logistik yang besar karena struktur bangunan menjadi sangat mudah diangkut dan dibawa ke daerah pelosok yang minim akses transportasi berat. Tidak hanya menawarkan efisiensi mobilitas dan kemudahan bangun, karakteristik material kayu yang fleksibel namun kokoh juga membuat struktur Rumah Blok Modular ini memiliki ketahanan yang andal terhadap guncangan gempa bumi.

Guna menggali potensi teknologi ini lebih dalam, delegasi APKINDO yang terdiri dari Sekretaris Jenderal beserta jajaran Dewan Pengurus Bidang Umum dan R&D melakukan serangkaian agenda peninjauan langsung di Bandung. Agenda diawali dengan diskusi intensif bersama Tim Riset ITB di Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) ITB yang berlokasi di kawasan Summarecon, Bandung. Pertemuan tersebut difokuskan untuk memperoleh pemahaman teknis yang komprehensif, membahas kepastian pemenuhan rantai pasok bahan baku dari industri lokal, sekaligus menjajaki program kerja sama formal antara pihak APKINDO dan ITB.

Setelah berdiskusi, rombongan langsung bertolak melakukan peninjauan lapangan ke dua lokasi proyek percontohan yang menerapkan model dan desain bangunan berbeda untuk melihat langsung performa material di lapangan. Lokasi pertama yang ditinjau adalah Rumah Contoh Akasia yang terletak di daerah Cileunyi. Setelah itu, tim bergerak menuju lokasi kedua untuk memeriksa desain rumah modular yang diterapkan di Sekolah Alam Dago, Bandung. Melalui pengamatan langsung pada rumah contoh ini, APKINDO optimistis bahwa adopsi teknologi modular berbasis kayu olahan tidak hanya menjadi solusi hunian yang praktis dan aman, melainkan juga membuka jalan lebar bagi kebangkitan dan penyerapan produk plywood nasional secara berkelanjutan di dalam negeri.(geo_rob)